Ternyata, salah satu nutrisi dalam tempe berasal dari bakteri, loh!

Apakah kalian sering mengonsumsi tempe? Tentu, mendengar namanya saja pasti sudah tidak asing lagi, bukan? Sejak jaman dulu sampai sekarang, tempe telah menjadi salah satu bahan makanan yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia dari segala kalangan. Tempe adalah produk hasil fermentasi kacang kedelai dengan cendawan Rhizopus oligosporus atau Rhizopus microsporus. Tempe terkenal dengan kandungan proteinnya yang bermanfaat bagi tubuh. Meskipun begitu, tempe juga mengandung nutrisi-nutrisi penting lain, seperti vitamin dan antioksidan yang dihasilkan oleh komunitas bakteri dalam tempe.

 

tempe1Contoh hidangan tempe. Sumber: liv3ly.com

Komunitas bakteri yang terkandung dalam tempe dapat berbeda-beda karena proses pembuatan tempe di Indonesia cenderung tidak terkontrol. Hal ini dikemukakan oleh Dr. Ir. Tati Barus, M.Si. berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Meskipun komunitas bakteri berbeda-beda, tim beliau menemukan bahwa bakteri yang secara konsisten ada dalam tempe adalah Klebsiella pneumoniae. Klebsiella pneumoniae telah dilaporkan merupakan bakteri patogen oportunis (menyerang tubuh ketika sistem imun tubuh lemah) yang dapat mengakibatkan penyakit pneumonia (paru-paru basah). Karena itu, tim beliau melakukan penelitian untuk membandingkan bakteri Klebsiella pneumoniae yang ada dalam tempe dengan yang menyebabkan pneumonia. Penelitian tersebut dilakukan di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya pada tahun 2014.

klebsiellaBakteri Klebsiella pneumoniae. Sumber: webconsultas.com

Berdasarkan penelitiannya, beliau menguak bahwa Klebsiella pneumoniae yang berasal dari tempe ternyata berbeda secara genetik dengan Klebsiella pneumoniae penyebab penyakit pneumonia. Oleh karena itu, hingga sekarang belum pernah ditemukan kasus penyakit yang disebabkan oleh Klebsiella pneumoniae akibat konsumsi tempe. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan di Jurnal Mikrobiologi Indonesia.

Beliau juga menambahkan bahwa Klebsiella pneumoniae dalam tempe malah dapat menghasilkan vitamin B12 yang biasa ditemukan dalam bahan pangan hewani. Tak heran, tempe kerap kali dikonsumsi sebagai sumber asupan vitamin B12 oleh orang-orang yang tidak memakan produk hewani, seperti kaum vegan.

Jadi, tak hanya nutrisi-nutrisi dalam tempe terbukti menyehatkan tubuh, namun pangan tradisional yang sudah dikonsumsi secara turun-temurun ini juga aman dikonsumsi. Maka itu, yuk kita mulai budayakan mengonsumsi tempe, makanan khas Nusantara!

 

Konten ini dikreasikan sebagai proyek mata kuliah Komunikasi Sains oleh Yovita Yunita Angkawijaya, Rita Wijaya, Niramala Sari Putri, dan Erica Kosani. Mereka merupakan mahasiswi angkatan 2015 Program Studi Biologi, Fakultas Teknobiologi Unika Atma Jaya.

Editor: Watumesa A. Tan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s