Nikmati Sari Buah Buatan Sendiri, Kenapa Tidak?

Bayangkan siang hari yang panas, di saat matahari bersinar terik, tak elak membuat kerongkongan terasa kering. Mungkin enak juga ya minum sari buah dingin?

just buahSari buah segar. Sumber: ekoffie.com

Selain sebagai penangkal dahaga, minuman yang lezat dan menyegarkan ini merupakan sumber vitamin dan mineral yang baik karena mudah diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh. Tak heran minuman ini populer di berbagai kalangan dan mudah diperoleh di supermarket atau mini market. Tapi, ternyata membuat sari buah sendiri di rumah tidak sulit, loh!

Fakultas Teknobiologi, bekerja sama dengan Biro Marketing, Public Relation and Admission Unika Atma Jaya, turut berbagi pengetahuan dan ketrampilan ini kepada para siswa SMA St. Angela Bandung. Berlangsung pada tanggal 13 Desember 2017, di bawah panduan tim dosen dan alumni Fakultas Teknobiologi, para siswa kelas XI dan XII yang berjumlah 400 orang aktif mempraktikkan cara pengolahan sari buah.

tim dosen dan mahasiswaTim dosen dan alumni Fakultas Teknobiologi, fasilitator pelatihan pembuatan sari buah.

Proses pembuatan sari buah dimulai dari pelumatan buah dan air dengan blender, diikuti penyaringan untuk mendapatkan tekstur yang halus serta pencampuran bahan tambahan pangan seperti gula pasir dan asam sitrat. Tak hanya berfungsi sebagai pemanis, gula pasir turut mencegah pertumbuhan mikroba sehingga sari buah akan lebih awet. Demikian pula, asam sitrat merupakan peningkat cita rasa asam dan pengawet alami yang turut menjaga agar warna minuman tidak mencoklat (browning). Kalau asam sitrat sulit didapatkan, boleh juga tidak dipakai. Tapi ingat ya, warna sari buah mungkin tidak akan bertahan cerah selama itu dibandingkan kalau pakai asam sitrat.

preparasipenyaringanPemblenderan dan penyaringan sari buah.

Tahap perpanjangan masa simpan selanjutnya adalah pasteurisasi atau pemanasan di bawah suhu air mendidih (60-80oC). Sari buah kemudian dapat didinginkan dan dimasukkan ke dalam botol yang sudah dicuci bersih, dan siap dinikmati bersama. Sari buah seperti ini dapat disimpan hingga 7-10 hari dalam lemari es.

pemanasanWajah bahagia karena sari buah sudah hampir jadi.

Cukup sederhana, kan? Jika teknik ini sudah dikuasai dengan baik, ini bahkan bisa menjadi peluang usaha kecil-kecilan. Ayo kita coba buat sari buah sendiri!

 

Tertarik untuk mengadakan pelatihan seperti ini di sekolah atau institusi Anda sendiri? Silahkan hubungi Ria di rianita.pramitasari@atmajaya.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s